Sukma Pasti Kembali
Oleh: @daisylea__
Raga punya rasa lelah. Sudah menjadi kewajiban bagi raga untuk kembali kepada sang Pencipta.
Lantas, bagaimana dengan Sukma? Mengikhlaskan atau merindukan? Keduanya sama-sama memiliki makna yang mendalam. Sama-sama berat untuk dilaksanakan. Tak jarang orang-orang juga lemah dalam menghadapi kematian, kehilangan, dan mengikhlaskan.
Ada rasa pilu, sesak, bahkan terluka. Tetapi, memang seperti itulah fase kehidupan manusia. Berawal kematian dan berakhir kematian.
Tak perlu seperti itu, aku percaya kamu mampu. Mengatakan memanglah lebih mudah dari melaksanakan. Akan tetapi, suatu pemikiran baru bisa mempengaruhi perilaku.
Mencoba terbuka kembali. Perbaiki lukamu. Hatimu perlu kebahagiaan untuk menjalani guncangan bumi.
Yakinlah, bahwa dirimu akan bersama dengannya di alam abadi. Hatimu dan seluruh ummat in Syaa Allah akan menggema di angkasa. Bertemu kembali di Jannah-Nya. Kekal abadi menyerukan kebahagiaan yang pernah tertahan waktu di bumi.
Klaten, 19 September 2020
Ayu Ambarwati Kusumaningtyas
#inspiratormuslimah
#mujahidahwriter
Komentar
Posting Komentar