Langsung ke konten utama

Mencintai Karya Terbesar Ummat Islam

Mencintai Karya Terbesar Ummat Islam

Oleh: @daisylea__


Mengamalkan lagi dan lagi. Membacanya lagi dan lagi. Meresapinya lagi dan lagi.

Karya ini adalah candu bagi ummat muslim untuk memeluknya berulang kali. Membuka, membaca, memahami seolah kegiatan yang tak pernah bertepi. Terus berulang kembali.

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala juga memberikan nikmat berupa pahala bagi hamba-Nya yang mau membacanya, apalagi mengamalkannya? Wallahu a'lam 

Acap kali kita sering lupa atau sedang disibukkan dengan urusan yang lain sehingga kita tidak sempat membaca ayat-ayat suci. Begitu disayangkan akan tindakan ini. Padahal kita sendiri sudah meyakini bahkan mengetahui pentingnya membaca dan memahami karya terbesar milik Illahi Rabbi. Bahkan disetiap masalah pun tak jarang kita juga menjumpai berbagai macam solusi pada rangkaian firman Allah. 

Lantas, masihkah kita mau meninggalkannya atau mau mengabaikannya? Sungguh ragamu berada dalam kerugian. 

Jika kita mau membedah Al Qur'an, niscaya kamu akan menemukan berbagai kenikmatan berupa ilmu yang melimpah ruah tanpa batasan. Dari segala aturan dan ketetapan sudah tertulis dengan sangat indah.

Bersyukur masih diberikan kesempatan. Maka, mulailah dengan kebaikan-kebaikan kecil yang menjadikan candu sehingga dirimu ingin mengulanginya lagi dan lagi. 


Klaten, 18 September 2020

Ayu Ambarwati Kusumaningtyas


#inspiratormuslimah

#mujahidahwriter

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penggemar dalam Diam

Penggemar dalam Diam Oleh: @daisylea__ Sebatas sewajarnya saja. Mengagumi ciptaan Rabb-Nya memang tak salah. Namun bisa dipahami setiap perjalanan membutuhkan waktu yang lama untuk memahami seseorang. Bisa dikatakan baik buruknya pengaruh yang signifikan dapat memberikan dampak pada pola pikir orang.  Tak ingin pemikiran buruk. Namun, ingin mengingatkan pemikiran kebaikan. Mengajak ke perkara yang memberikan pahala yang melimpah. Pentingnya memilih perbuatan menentukan jalan terbaik untuk menunaikan rangkaian kebaikan. Menyaring kembali budaya-budaya yang memasuki raga agar tak terjerumus ke dalam kemungkaran.  Dalam menyederhanakan makna kata budaya berupa kebiasaan baik buruk dalam lingkup sempit maupun luas. Konsep ini yang menjadi pondasi seseorang agar tak terpengaruh oleh kesenangan semata. Perlu dikaji ulang manfaatnya agar tidak sia-sia dalam menerima berbagai budaya. Layaknya kami, ummat muslim yang mengidolakan Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu  'Alaihi Wa...

Serial Puisi #1

Krisis Kepercayaan Oleh : daisylea__   Ketika dunia tak mampu berpijar Keyakinan kuat terjatuhkan Angin dempak menggelora Puing serpih pupus harapan   Ketika dunia tak mampu berpijar Waktu menggores luka Bagai pedang menusuk kalbu Jiwa suci terusikan Goyah kekuatan Runtuh tertindaskan   Mana, mana, mana eksekusimu ??? Malam menderu sunyi Kelam bergemuruh rindu Kuatkan tekad bersatu Bergelorai menyatukan negeriku   @ayuambarwati___ Klaten, 15 Juni 2020 #IndonesiaDaruratFilsafat #MujahidahWriter #InspiratorMuslimah  

Meramu Awal yang Baru

Meramu Awal yang Baru Oleh: @daisylea__   Dari lingkungan kita banyak belajar. Bahwa segi bersosialisasi juga memiliki dampak baik maupun buruk. Salah satunya dalam beradaptasi. Ketika teman-teman dipertemukan dengan lingkungan yang baru sosok kriteria yang kita idamkan justru menginginkan hal-hal yang baik, bukan?   Lalu, bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya? Teman-teman mau menyerah ditengah jalan atau justru melawan arus dan memberikan perubahan? Itu adalah sikap yang harus teman-teman tunjukkan.   Mungkin banyak dari kalian yang menginginkan bertahan lalu memberikan perubahan. Namun, nyatanya kalimat itu tak semudah yang kalian ungkapkan. Butuh proses yang cukup panjang dan usaha yang keras untuk menunjukkan bahwa sikap yang kalian pilih adalah yang benar.    Percayalah, selalu ada hikmah dibalik perjuangan kalian.    Awal yang baru mungkin bukan solusi, tapi ini adalah jalan yang harus kalian ditempuh. Bahwa dirimu masih berjuang, namun d...